Pages

Thursday, April 14, 2016

Thank God

Manusia selalu punya rencana, tetapi pasti ada saja satu-dua hal yang membuat rencana itu gagal.

Mungkin terlihat sempurna segala sesuatu yang kita rencanakan, umur 18 lulus SMA, kuliah di univ A lulus umur 22, kerja di kantor X, menikah umur 24, punya anak umur 25, menjadi sukses dan bisa bersenang-senang bersama keluarga. Tapi, apa yang terjadi jika salah satu dari rencana itu tidak terwujud? Gagal membangun masa depan. Buyar. Gak tau mau jadi apa lagi. Segala jalan mungkin sudah ditempuh, mendengarkan si A, si B, si C. Melakukan X, Y, Z supaya rencana yang sudah diatur sebaik-baiknya dengan matang tidak rusak sekejap saja.

Sedih.
Kenapa saya gak masuk sini sih? Kenapa dia malah yang masuk padahal lebih pantas saya daripada dia. Kenapa saya ga diterima di mana-mana? Berapa kali lagi saya harus mencoba? Sedih mengecewakan orang tua. Sedih juga mengecewakan diri sendiri.

Marah.
Harusnya saya sudah begini sekarang. Harusnya saya tidak begini sekarang. Padahal saya sudah melakukan yang terbaik, menghabiskan uang, tenaga dan pikiran saya. Marah sama siapa? Marah-marah sendiri.

Malu.
Maunya hilang saja ditelan bumi. Ada reunian, ketemu temen-temen malu. Ada acara keluarga, malu. Selalu ditanya "gimana sekarang?" dan selalu dijawab "gak tau". Pasti selalu ada yang bilang "Harusnya dulu jangan kesini" "Harusnya dulu kesitu aja" Harusnya dulu... harusnya dulu... harusnya dulu...

Bingung.
Harus apa, harus kemana. Sekejap dunia jadi gelap dan burem. Semua rencana yang udah dibikin tiba-tiba buyar dan gak jelas. Harus menata ulang segalanya dan bikin plan lain. Gimana kalo ini gimana kalo itu... tiba-tiba jadi khawatir akan masa depan yang bener-bener ketutup seketika.

Tapi Tuhan gak tutup mata. My life is written by God. I dunno when God gave me family and friends, And also when HE close the door for me. I dunno the reason behind this story. But i really thank God for the good, the bad, and everything following this year. I have learned many things behind this scenario, to appreciate the time, to be more serious, and to trust HIS way.

I just wish the best will come to me this year. More luck and blessing from God. I DO want to follow His way. So, please let me know...

Buat yang mungkin belum pernah merasakan kegagalan, plis jangan egois. Egois tidak memperbaiki keadaan really. Jangan juga takabur. Milikilah rasa belum puas dan cari kekuranganmu dimana, di situlah bisa kamu perbaiki yang belum fix.

Kalo ada yang bilang "Ah lo ga dapet aja sok sokan ngasih tau jangan ini jangan itu"
Yes emang gw gak dapet. Tapi I told u bukan karena gw benar, melainkan karena gw PERNAH GAGAL dan I don't want u to fail like me.
-joli-

Love is Easy, but....

Sebelum kita lahir ke dunia, sebenarnya kita sudah terlebih dulu dicintai loh. Buktinya adalah ada orang tua kita. Kita adalah bukti bahwa mereka saling mencintai satu sama lain. Ketika masih di rahim, kita diberi makan dan asupan gizi yang cukup. Setelah lahir pun kita diajarkan berbagai hal dan difasilitasi ini itu. Itu cinta.

Ketemu temen-temen dan ketawa bareng. Membantu orang dengan memberi yang kita punya dan membuat orang lain bahagia. Itu juga cinta.

Love is that simply.
Give and give without thinking what we'll get.

Tetapi nyatanya, kayaknya gak semudah itu. Gimana kalo cinta tapi gak terbalaskan? Berarti bukan cinta dong! Gimana kalo rasanya beda? Apakah masih dibilang cinta?

Cinta, mencintai memang mudah tapi sulit untuk dimengerti. Tapi how to catch someone supaya juga mencintai kita dan memiliki rasa yang sama itulah yang sulit. Kadang memang kita merasa nyaman tapi belum tentu rasa itu dimiliki sama dia, atau malah dia nyaman pada statusnya yang sekarang sama kita.

Cinta gabisa dipaksakan, bukan gak bisa tapi gak boleh. Kalau emang dia gabisa sama kamu, berarti mungkin emang bukan dia takdirmu. Atau malah sama sama suka tapi ada penghalang. Itu juga bukan takdirmu bersama dia. Tapi jangan juga dibuang gara-gara bukan buat kamu. Tetap cintai dia tapi tanpa harapan, cintai sebagai teman.

Sementara kamu patah hati, perbaiki diri buat jadi lebih baik itu sangat penting. Siapa tahu cintamu ada di level atas sedangkan kamu masih di bawah. Ini saatnya kamu upgrade diri dengan belajar dan berprestasi, bukan malah sok sokan beli ini beli itu dll.

Pasrahkanlah. Kalau kamu sudah jadi orang baik, pasti Tuhan pun bakal ngasih kamu jodoh yang terbaik juga. Just be yourself jangan jadi orang lain! Karna who knows siapa yang akan terpikat pada kepribadian aslimu kan?